Site Overlay

Corporate Financial Planning (Financial Modelling, Valuation, Feasibility Study, Due Dilligence)

Corporate Financial Planning (Financial Modelling, Valuation, Feasibility Study, Due Diligence)

Sebagai pembuka, kita akan membahas terkait financial planning pada level korporat. Karena jika diperhatikan, dalam industri keuangan ini, ada juga yang berbicara mengenai personal financial planning yang nanti arahnya adalah bagaimana uang yang dimiliki masyarakat secara personal ini, diinvestasikan di pasar keuangan atau secondary market, dsb. Namun pada layanan yang kami berikan lebih kepada pernacanaan keuangan pada level korporat atau corporate financial planning.

Ingin menggunakan jasa konsultan untuk menyusun Corporate Financial Planning (Financial Modelling, Valuation, Feasibility Study, Due Diligence)?

Silahkan kontak ke nomor 0813-1884-1717 atau tekan tombol logo WhatsApps untuk mengajukan layanan konsultan. 

Apa itu Corporate Financial Planning (Financial Modelling, Valuation, Feasibility Study, Due Diligence)

Merupakan sebuah mekanisme bagi perusahaan untuk memproyeksi keuangannya. Misalnya, ada sebuah perusahaan di 5 tahun kedepan akan membuat proyek pengadaan kapal tongkang untuk mengangkut batubara, nah sebelum menetapkan pilihan-pilihan tersebut perlu dilakukan perhitungan terlebih dahulu. Biasanya untuk perhitungan perencanaan keuangan pada level korporate, kami menggunakan valuasi yang tujuannya untuk persiapan IPO (Initial Public Offering) dan studi kelayakan (feasibility study) yang nantinya dapat membantu perusahaan untuk memproyeksi keuangan di masa setelah pilihan-pilihan pada corporate action dilakukan.

Apa manfaat Corporate Financial Planning (Financial Modelling, Valuation, Feasibility Study, Due Diligence) bagi perusahaan?

  1. Memudahkan perusahaan dalam melakukan aktivitas-aktivitas kunci. Misalnya, penentuan biaya untuk membuat anak perusahaan baru, ketika perusahaan memiliki corporate financial planning maka aktivitas tersebut lebih terencana.
  2. Memudahkan perusahaan dalam menyusun mitigasi risiko dan skenario yang harus dilakukan dalam aktivitas corporate action.
  3. Memudahkan perusahaan dalam melangkah ketika melakukan corporate action.
  4. Memudahkan perusahaan dalam mengelola konsekuensi pada angka/biaya, sehingga profitabilitas perusahaan dapat terus meningkat meskipun kondisi kedepannya serba tidak pasti.

Apa saja komponen dari Corporate Financial Planning (Financial Modelling, Valuation, Feasibility Study, Due Diligence)?

Dalam menyusun corporate financial planning, secara umum kita perlu mengetahui, pertama latar belakang dari corporate action. Jadi kita tidak bisa melepaskan perencanaan keuangan perusahaan ini dengan latar belakang aktivitasnya apa.

Kedua, setelah kita tahu latar belakangnya seperti apa, maka kita bisa menentukan metode yang akan kita gunakan.

Ketiga, setelah menentukan metode, maka kita bisa menentukan asumsi-asumsi penyusunan proyeksi keuangan.

Keempat, setelah menyelesaikan asumsi-asumsi untuk financial planning, amaka yang terakhir  yaitu kesimpulan dan rekomendasi.

Lalu, bagaimana tahapan dari penyusunan Corporate Financial Planning (Financial Modelling, Valuation, Feasibility Study, Due Diligence)?

Tahapan dalam penyusunan corporate financial planning ini berbeda-beda, karena setiap perusahaan memiliki kompleksitas sendiri-sendiri, tentunya ini tidak bisa kita gunakan secara general.

  1. Collecting data atau pengumpulan data yang terdiri dari data primer dan data sekunder.
  2. Evaluasi kondisi eksisting perusahaan. Dalam tahap ini akan dilakukan analisa dan evaluasi yang berkaitan dengan past performance atau performa kinerja sebelumnya, sehingga kita akan mendapatkan gambaran yang tepat terhadap kondisi perusahaan.
  3. Evaluasi terhadap arah kebijakan perusahaan. Dalam konteks ini kita akan menyesuaikan dengan RJPP atau corporate plan karena dalam corporate financial planning adalah tindak lanjut atau follow up yang akan kita lakukan setelah kita selesai dalam menyusun corporate planning.
  4. Menetapkan asumsi. Perencanaan tidak lepas dari analisa forecasting, baik dari sisi komersial dan operasional, sumber daya finansial dan juga metode yang nantinya harus disesuaikan dengan RJPP yang telah disusun.
  5. Analisa historis mengenai kinerja keuangan. Dalam analisis ini, kita bisa memprediksi kondisi perusahaan di masa depan melalui laporan keuangan seperti neraca, laporan laba rugi dsb.
  6. Analisa penentuan nilai cost equity. Cost of equity merupakan biaya ekuitas atau biaya modal yang merupakan tingkat pengembalian atau return yang diharapkan oleh investor.
  7. Perhitungan free cash flow to equity. Kita perlu mengetahui arus kas yang diterima oleh pemegang saham setelah perusahaan memenuhi seluruh kewajibannya, hal ini termasuk membayar pajak, melunasi hutang dan investasi di perusahaan itu sendiri.
  8. Perhitungan price to earning ratio. Yaitu di dalam nilai barang ini menggambarkan harga saham sebuah perusahaan dibandingkan dengan keuntungan atau laba yang dihasilkan perusahaan itu yaitu earning per share.
  9. Langkah terakhir dalam penyusunan corporate financial planning yaitu memberikan saran dan rekomendasi untuk mengeksekusi aktivitas perusahaan selanjutnya.

Kemudian, apa dampak positif dari Corporate Financial Planning (Financial Modelling, Valuation, Feasibility Study, Due Diligence) bagi stakeholder?

  • Dapat meyakinkan investor karena perusahaan memiliki proyeksi yang jelas.
  • Bagi stakeholder internal dapat menjadi roadmap yang strategis sehingga sudah jelas tahapan-tahapan kedepannya seperti apa.
  • Membantu perusahaan dalam mengelola risiko, karena stakeholder internal telah mengetahui langkah yang harus dilakukan ketika terjadi konsekuensi yang berkaitan dengan keuangan, sehingga memudahkan langkah dari stakeholder tersebut.

Apa alat analisis yang digunakan dalam penyusunan Corporate Financial Planning (Financial Modelling, Valuation, Feasibility Study, Due Diligence) ini?

Terdapat banyak alat dalam penyusunan corporate financial planning ini. Jika berkaitan dengan studi kelayakan atau feasibility study maka pertama kita perlu melihat performa laporan keuangan. Alat-alat yang kita gunakan antara lain analisis laba rugi, analisis neraca dan analisis arus kas. Selanjutnya, kita melakukan analisis kelayakan itu sendiri, alat-alatnya antara lain payback period, NPV, IRR, dll.

Bagaimana metode kerangka berfikir untuk menyusun dokumen Corporate Financial Planning (Financial Modelling, Valuation, Feasibility Study, Due Diligence)?

Berbeda dengan penyusunan corporate plan yang secara meso dan makro, namun dalam corporate financial planning ini menggunakan kerangka berpikir yang sangat mikro. Pendekatan yang dilakukan adalah dengan perhitungan-perhitungan beberapa aspek, diawali dengan perhitungan performa laporan keuangan kemudian dilanjutkan dengan analisis kelayakan, yang terakhir adalah penentuan hasil.

Berapa lama pengerjaan Corporate Financial Planning (Financial Modelling, Valuation, Feasibility Study, Due Diligence)?

Kurang lebih 90 hari atau 3 bulan, tapi juga tidak menutup kemungkinan bisa lebih cepat atau lebih lama tergantung dari nilai perusahaan atau nilai proyek yang akan dikelola oleh perusahaan.

Ingin menggunakan jasa konsultan untuk menyusun Corporate Financial Planning (Financial Modelling, Valuation, Feasibility Study, Due Diligence)?

Silahkan kontak ke nomor 0813-1884-1717 atau tekan tombol logo WhatsApps untuk mengajukan layanan konsultan. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll Up